Minggu, 26 Juni 2011

REMEDIAL DAN MEMBUAT LAPORAN


MAKALAH
REMEDIAL DAN MEMBUAT LAPORAN

Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah               : Evaluasi Pendidikan
Dosen Pengampu       : Ahmad Afroni, M.Ag


 









Disusun oleh :
KELOMPOK 4
Ikhsan Setia Pujiono              202109387
Munadhiroh                            232108210
Sri Mutmainah                       232108211

KELAS F

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2011



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi seorang guru jika siswanya berhasil mencapai kompetensi yang ditetapkan. Namun tidak semua siswa dapat menjawab semua pertanyaan yang diberikan guru. Kelompok siswa yang belum mampu menguasai materi karena masalah-masalah tertentu dapat menghambat KBM jika tidak segera diatasi. Kegiatan yang dilaksanakan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dinamakan kegiatan “remedial”. Dapatkah herr (ujian ulang) dianggap sebagai kegiatan remedial? Herr atau ujian ulang dapat dikatakan sebagai kegiatan remedial apabila sebelum pelaksanaan herr, guru melaksanakan kegiatan pembelajaran yang membantu siswa siswa memahami materi pelajaran yang belum dikuasainya sehingga siswa menguasai kompetensi yang diharapkan. Sebaliknya jika guru langsung memberikan ujian ulang tanpa melakukan pembelajaran tambahan yang membantu siswa mengatasi kesulitan yang dihadapinya maka pelaksanaan her tersebut tidaklah termasuk dalam kegiatan remedial.
            Dalam makalah ini akan dibahas secara leebih rinci tentang apa itu remedial. Di samping itu juga mengulas tentang cara membuat laporan guna membantu proses evaluasi.
B. Permasalahan
  1. Bagaimana Ontologi Remedial ?
  2. Bagaimana pelaksanaan Remedi Secara Individu, Organisasi Kegiatan Remedi, dan Pengajaran Remedi ?
  3. Apa yang dimaksud Program Remedi, Pengayaan, dan Akselerasi ?
  4. Apa yang dimaksud Laporan Hasil Belajar ?
  5. Apa saja manfaat laporan ?
  6. Bagaimana cara membuat laporan ?
C. Tujuan
  1. Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan Remedial.
  2. Untuk mengetahui tentang laporan, manfaat, dan cara membuat laporan.
BAB II
PEMBAHASAN
“REMEDIAL DAN MEMBUAT LAPORAN”
A. Remedial
1. Ontologi Kegiatan Remedial
Kegiatan remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Sesuai dengan pengertiannya, tujuan kegiatan remedial ialah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku. [1]
Tujuan kegiatan remedial secara umum adalah sama dengan pembelajaran biasa yaitu membantu siswa mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai kurikulum yang berlaku. Sedangkan secara khusus kegiatan remedial bertujuan untuk membantu siswa yang belum menguasai materi pelajaran melalui kegiatan pembelajaran tambahan. Melalui kegiatan remedial inilah siswa dibantu untuk memahami dan mengatasi kesulitan belajar yang dihadapinya dengan memperbaiki cara dan sikap belajarnya, disamping guru sendiri juga memperbaiki cara mengajarnya.[2]
Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, fungsi kegiatan remedial adalah:
1.      Memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru (fungsi korektif);
2.      Meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya (fungsi pemahaman);
3.      Menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa (fungsi penyesuaian);
4.      Mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran (fungsi akselerasi);
5.      Membantu mengatasi kesulitan siswa dalam aspek sosial-pribadi (fungsi terapeutik).
Perbedaan kegiatan remedial dari pembelajaran biasa terletak pada pendekatan yang digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan remedial direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan individu atau kelompok siswa. Sedangkan pembelajaran biasa menerapkan pendekatan klasikal, baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaannya.
Kegiatan remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang diduga akan mengalami kesulitan (preventif); setelah kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar (kuratif); atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran biasa (pengembangan).
Dalam melaksanakan kegiatan remedial guru dapat menerapkan berbagai metode dan media sesuai dengan kesulitan yang dihadapi dan tingkat kemampuan siswa serta menekankan pada segi kekuatan yang dimiliki siswa.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial adalah:
1.      Analisis hasil diagnosis kesulitan belajar,
2.      Menemukan penyebab kesulitan,
3.      Menyusun rencana kegiatan remedial,
4.      Melaksanakan kegiatan remedial, dan
5.      Menilai kegiatan remedial. [3]
2. Remedi Secara Individu, Organisasi Kegiatan Remedi, dan Pengajaran Remedi
a. Remedi Secara Individual
Jika kesulitan belajar siswa baik yang bersumber internal ataupun eksternal telah diidentifikasi, program remedi perlu diformulasikan. Jika siswa telah dimotivasi dalam kegiatan belajar maka kegiatan remedi sebaiknya dilakukan secara individual. Penilaian remedipun difokuskan pada kebutuhan spesifik individual siswa . Tidak semua remedi dilakukan secara individual tetapi juga dapat dilaksanakan secara berkelompok maupun secara keseluruhan.
b. Organisasi Kegiatan Remidi
Prinsip program remedi :
                     i.      Perlu diadakan pencerahan kepada siswa bahwa tujuan khusus program remedi diantaranya mengatasi kesulitan belajar 
                   ii.      Perlu memiliki keberhasilan program remedi yang telah dilakukan. Untuk mencapai tujuan tersebut guru perlu mengubah metode dan menggunakan materi yang bervariasi agar siswa dapat mengatasi kesulitan belajarnya
                  iii.      Evaluasi remedi memiliki arti penting bagi orang-orang terdekat siswa untuk mengetahui perkembangan belajar dan memotivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajar yang telah diikuti ataupun yang akan diikuti.
c. Memberi Pengajaran Remidi
Tingkat awal remedi adalah membangun kembali keyakinan dalam diri siswa. Remedi yang baik pada umumnya mempunyai semua atribut mengajar yang baik, di tambah dengan contoh soal yang bisa digunakan untuk lebih memahami dan menguasai materi pembelajaran. Siswa diharapkan terus mengembangkan keyakinan ketika memiliki pengalaman dan merasakan usaha mereka berhasil untuk tetap termotivasi dan interes. Untuk belajar maka program remedi harus selalu ditekankan, tindakan monoton dan tanpa usaha perlu dihindari. Oleh karena itu pendekatan mengajar yang variatif perlu diperhatikan. Agar minat siswa dalam pembelajaran tidak menyusut dan berkurang, guru perlu memberikan  ijin untuk mengambil tes yang telah direncanakan  dan membantu mereka dalam menganalisis hasilnya, dan juga guru perlu memberikan pujian ketika siswa berhasil dalam program remedi.[4]
3. Program Remedi, Pengayaan, dan Akselerasi
Apabila KBK ini sudah dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan konsepnya, maka masing-masing siswa akan berpacu atau berkompetisi dalam menyelesaikan kompetensi-kompetensi dasar yang ada menurut kecepatan masing-masing secara alami. Mengingat kecepatan tiap-tiap siswa dalam pencapaian KD mungkin saja tidak sama, maka dalam pembelajaran, mungkin sekali terjadi perbedaan kecepatan belajar antara siswa yang sangat pandai dan pandai, dengan yang kurang pandai dalam pencapaian kompetensi. Sementara itu KBK mengharuskan pencapaian ketuntasan dalam pencapaian kompetensi untuk seluruh kompetensi dasar secara perorangan. Dengan kata lain, KBK harus menerapkan prinsip ketuntasan belajar. Implikasi dari prinsip tersebut adalah bahwa dalam KBK juga mengharuskan dilaksanakannya program-program remedial, pengayaan dan percepatan sebagai bagian tak terpisahkan dari penerapan sistem pembelajaran tuntas.
a. Pelaksanaan Program Remedial
1.      Cara yang dapat ditempuh
Masalah pertama yang akan selalu timbul dalam pelaksanaan pembelajaran tuntas adalah “bagaimana guru menangani siswa-siswa yang lamban atau mengalami kesulitan dalam menguasai KD tertentu”.
Ada 2 cara yang dapat ditempuh yaitu:
a)      Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi siswa yang belum atau mengalami kesulitan dalam penguasaan KD tertentu. Cara ini merupakan cara yang mudah dan sederhana untuk dilakukan karena merupakan implikasi dari peran guru sebagai “tutor
b)      Pemberian tugas-tugas atau perlakuan (treatment) secara khusus, yang sifatnya penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran regular. Adapun bentuk penyedernahaan itu dapat dilakukan guru antara lain melalui:
                                 i.      Penyederhanaan isi/materi pembelajaran untuk KD tertentu
                               ii.      Penyederhanaan cara penyajian (misalnya: menggunakan gambar, model, skema, grafik, memberikan rangkuman yang sederhana, dll.)
                              iii.      Penyederhanaan soal/pertanyaan yang diberikan.
2.      Materi dan waktu pelaksanaan program remedial:
a)      Program remedial diberikan hanya pada KD-KD yang belum dikuasai
b)      Program remedial dilaksanakan pada:
                                 i.      Setelah mengikuti tes/ujian KD tertentu
                               ii.      Setelah mengikuti tes/ujianBlok atau sejumlah KD dalam satu kesatuan
                              iii.      Setelah mengikuti tes/ujian KD atau blok terakhir. Khusus untuk remedi terakhir ini hanya diberlakukan untuk KD atau blok terakhir dari KD atau blok-blok yang ada pada semester tertentu.
b. Pelaksanaan Program Pengayaan
1.      Cara yang ditempuh
Kondisi yang sebaliknya dari program remedial, dalam kelas yang menerapkan pembelajaran tuntas adalah akan selalu ada siswa-siswa yang lebih cepat menguasai kompetensi yang ditetapkan. Siswa-siswa inipun tidak boleh diterlantarkan. Mereka perlu mendapatkan tambahan pengetahuan maupun keterampilan sesuai dengan kapasitasnya, melalui program pengayaan.
Adapun cara yang dapat ditempuh di antaranya adalah:
                                 i.      Pemberian bacaan tambahan atau berdiskusi yang bertujuan memperluas wawasan bagi KD tertentu
                               ii.      Pemberian tugas untuk melakukan analisis gambar, model, grafik, bacaan/paragraf, dll.
                              iii.      Memberikan soal-soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan
                             iv.      Membantu guru membimbing teman-temannya yang belum mencapai ketuntasan.
2.      Materi dan waktu pelaksanaan program pengayaan
a)      Program pengayaan diberikan sesuai dengan KD-KD yang dipelajari
b)      Waktu pelaksanaan program pengayaan adalah:
                                 i.      Setelah mengikuti tes/ujian KD tertentu.
                               ii.      Setelah mengikuti tes/ujianbl ok atau kesatuan KD tertentu
                              iii.      Setelah mengikuti tes/ujian KD atau blok terakhir pada semester tertentu. Khusus untuk program pengayaan yang dilaksanakan pada akhir semester ini materinya juga hanya yang berkaitan dengan KD-KD yang terkait dengan blok terakhir dari blok-blok yang ada pada semester tertentu.

c. Pelaksanaan Program Akselerasi
Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran tuntas juga memungkinkan adanya siswa-siswa yang luar biasa cerdas dan mampu menyelesaikan KD- KD jauh lebih cepat dengan nilai yang amat baik pula (>85). Siswa-siswa dengan kecerdasan luar biasa ini memiliki karakteristik khusus yaitu tidak banyak memerlukan bantuan berupa program-program remedial maupun pengayaan, sebab mungkin justru akan mengganggu optimalisasi belajarnya. Bentuk layanan terbaik yang seharusnya diberikan adalah berupa program percepatan (akselerasi) secara alami dan bukan dalam bentuk kelas akselerasi. Siswa-siswa yang dapat menguasai kompetensi dasar tertentu atau mencapai ketuntasan secara cepat dengan nilai >85 sebaiknya tidak perlu diberikan pengayaan, tetapi langsung dipersilahkan untuk mempelajari KD berikutnya. Dengan cara seperti itu mereka mungkin akan menyelesaikan belajarnya lebih cepat dari teman-temannya. Agar program percepatan secara alami dapat terlaksana dengan baik, maka program- program pembelajaran perlu dikemas dalam satuan-satuan, dan disiapkan dengan cermat serta rinci, dalam bentuk modul-modul atau paket-paket pembelajaran. Tanpa modul atau paket-paket pembelajaran yang terprogram dengan baik, program percepatan tentu sulit untuk dilakukan. [5]
B. Membuat Laporan
1. Pengertian dan Bentuk Laporan
Untuk dapat memberikan informasi yang baik, sebagai dasar pengambilan keputusan, maka perlu dibuat laporan hasil evaluasi pembelajaran. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan hasil evaluasi. Laporan hasil evaluasi harus membuat informasi yang lengkap, mudah difahami, mudah dibuat, dapat dipakai, bersifat objektif.
Bentuk laporan hasil evaluasi, bisa berupa angka, huruf, gambar atau bahasa. Fungsi laporan, disamping untuk kepentingan kegiatan pembalajaran di sekolah, juga untuk dipergunakan oleh siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkan informasi.[6]
2. Pentingnya / Manfaat Laporan
            Laporan tentang siswa bermanfaat bagi beberapa pihak yaitu sebagai berikut:
  1. Siswa sendiri
Bagi siswa laporan kemajuan atau laporan prestasi akan sangat bermanfaat karena:
·        Secara alamiah setiap orang selalu ingin tahu akibat dari apa yang telah mereka lakukan.
·        Dengan mengetahui hasil yang positif dari perbuatannya, maka pengetahuan yang diperoleh akan dikuatkan.
·        Jika siswa mendapat informasi bahwa jawabannya salah, maka lain kali ia tidak akan menjawab seperti itu lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar